Senin, 23 November 2015

Bab 3



THIS MY TRUE STORY

“Kalau memang pada ujungnya seperti ini, di sini aku hanya dapat bertahan menempuh kosongnya hati. Walau rasanya sangat perih. Memang dirimu tak memandangku lagi dan mungkin membenciku, tapi ingat lah suatu saat mungkin kau akan kembali kepadaku.”


Disini aku mencoba bertahan, entah mengapa masih terbayang semua kenangan indah dengan dirimu. Semakin ku ingat itu hanya membuat hatiku semakin terluka, tapi entah mengapa. Mungkin ini karena “aku terlanjur sayang padamu”. Dirimu adalah kisah cintaku yang berhasil, walau memang akhirnya seperti ini. Aku semakin mengingat semua kengan saat pertama kali kita berkenalan. Hingga pada suatu saat semua semakin serius. Melihat semua yang kamu berikan, foto-foto saat bahagia kita yang mungkin sampai sekarang masih ada di gallery.
Mungkin kita sudah tidak bisa melanjutkan ini semua, kita sudah berbeda. Kalau memang kita harus berpisah, aku hanya dapat menunggumu disini.
Walau saat saat terakhir sebelum semua usai, aku semakin saying padamu. Doaku selalu ku panjatkan, memang kau tak tau semua doa yang aku panjatkan. Di setiap sholatku setidaknya ku selipkan namamu dalam doaku. Tapi apa? Memang semua tidak sesuai yang ku harapkan, tapi aku tau suatu saat mungkin semua akan kembali.
Mencoba untuk melupakan masa lalu itu memang baik, dan jadikan lah itu perlajaran dan motivasimu ke depan. Kalau memang melupakan semua masa lalu itu bagimu baik, ya sudah jalani saja pilihanmu itu. Jangan ragu, karena keraguan itu hanya akan membuat kita gagal.
Cobalah suatu yang baru, karena mencoba suatu yang baru itu tidak buruk. Mungkin itu dapat membuatmu sukses di masa depan. Jalani semuanya dengan biasa, optimis suatu saat semuanya akan kembali seperti semula. Semua udah ada yang ngatur kok, kita jalani saja aturan itu dan jauhi larangannya. Allah pasti sudah membuat sekenario yang lebih baik dari pada sekarang, karena Allah Maha Bijaksana.
Terkadang semuanya terasa sulit di lupakan, dimana masa masa indah itu hanya menjadi history yang terkadang tak terlupakan. Apa boleh buat, kita suatu saat akan membuka lembaran baru lagi dan mengisinya dengan moment yang mungkin sweet dengan seeorang.
Bagi kalian yang jomblo, kalau memang semuanya sudah terjadi coba lah melupakan. Sama sepertiku yang terkadang masih memngingat semua moment indah yang pernah di lalui. Dan untuk yang single, kalau kalian belum ada seseorang/ mungkin masih mau focus sama sekolah. Focus lah apa yang menjadi pilihan kalian itu. Semua udah ada yang ngatur, kita cukup melaksanakan aturan itu dan menjauhi laranganya.

Bab 2



THIS MY TRUE STORY

“Hidup itu udah ada yang menentukan, walau terkadang ketentuan itu menyakitkan atau pun membahagiakan. Nikamatilah masa-masa bahagiamu, sebelum kesedihanmu datang. Agar di setiap tidurmu tak berkeringat air mata. Dan ingat lah apabila kamu di beri kesedihan percayalah kepada Allah suatu saat kau akan di beri kebahgiaan itu lagi.”


Kisah cinta pertama yang berujung tragis. Semua bahagia kita lewati bersama, tapi mengapa kalau saat sulit hanya aku yang kamu bebani. Memang kalau ini sudah takdir ujungnya aku hanya bias berkata “S.H.M.I.L.Y” yang berarti See How Much I Like You. Aku tausekarang disini aku sendiri. Alone no other in here, in here is very dark, cold. Tapi aku mencoba untuk bertahan dari segalanya. Berdoa dengan sepenuh hati dan berjuang meraih segalanya. Walau sekarang aku di uji batin, fisik, rejeki, jodoh, dan lain-lain, tapi aku tetap percaya kepada Allah bahwa itu yang terbaik untukku. Mungkin di masa depan Allah sudah menyiapkan batin yang kuat, fisik yang kuat, rejeki yang melimpah, dan jodoh yang baik, dan segalanya menjadi lebih baik.
Andaikan aku tau kalau kau yak menghadirkan cintamu, andai saja aku mengerti ini semua. Waktu bergitu cepat berlalu, kalau memang kamu benci padaku, itu terserah padamu. Aku disini tetap akan tersenyum padamu.
Biarkan aku bahagia dengan caraku sendiri walau itu sakit rasanya. Tapu aku tetap berjuang untuk memperoleh semua yang ku inginkan. Kalau ada orang yang mengerti apa arti air mata ku. Jadikanlah ia setidaknya teman atau pun sahabat diriku agar aku dapat bahagia seperti dahulu lagi.
Berpikirlah mulai sekrang, selesaikan apa masahalmu sekarang. Jangan mengurus masalah irang lain kalau masalahmu sendiri belum selesai. Bertindaklah dengan penuh perhitungan agar kamu tidak terjerumus ke dalam lubang kesedihan yang mendalam. Lepaskan semua, biarkan orang orang yang benci terhadap kita, walau kita tidak melakukan apapun padanya. Biarkan ia sadar sendiri, dan di pihak kita jangan malah balik memusuhhinya, tersenymlah padanya.
Memang sulit bagi kita untuk melupakan kenangan terimdah dengan cintamu. Tapi bila kau ingat kembali, terkadang itu hanya akan membuatmu sedih. Memang itu moment kita yang sangat indah, boleh kita ingat kembali. Tapi ingat lah itu hanya masa lalu, boleh mengingat kembali, tapi jadikanlah itu semua sebagai motivasi.
Kalau aku bias mengulang waktu, aku ingin bahagia seperti dulu dengannya, bahagia, dan ia selalu di sisiku, saat aku membutuhkannya. Walau sekarang ia tak ada di sisiku, memang sangat perih semuanya harus berakhir dengan teragis. Tapi yam au bagai mana lagi biarkan ia yang sadar, aku disini hanya dapat memberikan kasih sayangku dari jauh, dan mengamati dirimu dari jauh.
Memang sakit rasanya saat kmu di modus, tapi ya what ever. Kita harus tangguh, biarkan maku yang disana yang mungkin benci pada diriku. Biarkan dirimu sadar disimi aku tetap saying padamu. Biarkan kamu lelah sendiri, dan pada akhirnya kamu kembali padaku.

Bab 1



Jantungku terasa sakit, entah kapan  ini akan berakhir. Apakah aku akan mati secara perlahan dengan cara seperti ini? Aku memang tidak tau tapi aku tetap percaya suatu saat Allah akan memberika kemudahan kepada ku, tapi ku tak tau kapan itu terjadi.”

Semuanya bermula dari aku kelas 6 SD, saat dimana kedua orang tuaku membangun sebuah kos kosan dan warung di suatu tempatdi belakang UNS. Mulai sejak itu aku sering sendirian di rumah, tak mengenal siapa-siapa, dan jarang keluar rumah. Setiap hariku aku hanya berharap “Ya Allah kapan ayah dan ibuku menegerti dan memberikan perhatian lebih padaku?”. Terus berharap, menangis, dan berdoa.
Saat aku kelas 7 aku tinggal di kos kosan. Hidup hanya dengan sedikit uang dan mengurus diri sendiri. Mulai dari belajar sendiri, masak sendiri, makan sendiri, berangkat sendiri, pulang sendiri, semua. Aku hanya bahagia di sekolah pulangkku selalu sore, karena di sekolah aku memiliki banyak teman yang dapat mengerti diriku. Bercada tawa, hingga semuanya sedih kita tanggung bersama. Sangat bahagia.
5 Oktober 2013 tepat ulang tahunku ke 11 saat aku masih duduk di kelas 6. Dimana saat semua tak ingat hari apa itu. Hatiku sangat hancur, tak tau harus apa lagi. Tapi aku berdoa dan berharap tahun depan lebih baik.
Dan semua di mulai lagi saat aku masuk RISMA, aku sangat senang bertemu teman baru. Dan juga saat aku masuk sanggar. Tapi sayang itu tak bertahan lama.
 Tanggal 5 Oktober 2014, aku berulang tahun ke 12. Sama seperti tahun lalu ‘semunya lupa dengan hari apa itu’. Semuanya sibuk hanya teman teman yang menucapkan selamat. Semuanya sama aku lagi lagi sedih, hatiku terasa sakit. Tak ada yang mengetahui apa yang aku rasakan mungkin hanya Allah yang tau keadaan hamba-Nya. Lagi lagi aku berharap, agar tahun depan menjadi lebih baik.
Saat aku kelas 8 semuanya berubah, duniaku berubah, cobaan ku semakin banyak. Dari kisah cinta yang indah semuanya berakhir secara teragis. Dari teman temanku yang harus terpecah belah. Hingga semua masalah numpuk.
Untuk kisah cinta yang berakhir teragis, dimulai dari tanggal 4 Oktober 2015. Aku melihat segalanya, seseorang yang aku selalu doakan walau dia tidak member perhatianya padaku lagi. Ke selalu berdoa kepada Allah kalau semua akan membaik. Tapi apa kebenaran yang sangat pahit. Seandainya aku tau kalau semua ini akan terjadi. Kalau aku tau aku tak akan melakukannya. Semua doaku apa artinya kalau orang yang aku doakan selama ini hanya menyianyiakan diriku. Kalau masalah surat yang aku berikan yang ingin dia bakar tidak diketahui oleh ku, semua pasti akan ia lakukan. “Apakah menang hatiku ini hanya untuk disakiti oleh orang lain?”. Aku terus berpkir seperti itu, aku tak melakukan kesalahan apa pun, tapi mengapa sekarang aku yang terkena dampaknya.